Hampir sepuluh
tahun mengenal komputer internet, hiruk pikuk nya dunia internet membuat sistem
belajar yang mudah di pahami dan biasanya dilakukan, hanya sedikit waktu
menuliskan kata kunci pada search engine, mungkin yang paling populer adalah
“GOOGLE” maka akan dengan cepat informasi dan kebutuhan kita terpenuhi yaitu
“tahu”, dan segera melakukan apa yang tertulis di laman tersebut.Memang sekarang di dunia internet tak lagi ada batasan antara yang berpendidikan tinggi dan yang tidak berpendidikan sekalipun, mereka sudah bisa mencari dan menemukan segala ilmu di internet.
Alhasil banyak yang memanfaatkan internet sebagai lahan mencari apa yang di sebut profit, salah satunya berkembang bisnis online dengan berbagai macam penawaran, layaknya pasar nyata yang menjajakan jualannya dengan berbagai varian keuntungan sesuai dengan pembelinya.
Awalnya ketidaktahuan yang mengantarkan pada internet profit, yaitu dengan segala keterbatasan yang tak mumpuni mencoba bangkit dan belajar banyak tentang apa itu profit, salah satunya mulai diperkenalkan yang namanya bisnis investasi dengan segala variannya.
Semangat mengenal inilah yang akhirnya tumbuh dan ingin terus mempelajari sampai dimana ujungnya investasi tersebut, berbagai info mulai di jelajahi satu persatu, mulai dari apa itu investasi sampai resiko investasi.
Mungkin inilah awal yang tak pernah dipikirkan sebelumnya, mulai menyukai investasi online ternyata mulai juga menumbuhkan mental investasi, yang diantaranya mulai mengenal kata istilah “jangan taruh telur-telur anda dalam satu keranjang”, ya mental investasi mulai ditumbuhkan itulah jawaban yang tepat dan yang ideal saat ini untuk mulai menempatkan telur-telur didalam keranjang yang berbeda.
Mengapa mental harus ditumbuhkan secepatnya jangan menunggu hasil, karena dunia investasi mengandung unsur resiko yang sangat tinggi dan sangat membuat down, baru belajar saja sudah terganjal dengan “loss” yang hampir dikatakan banyak kalau masih dalam tahapan belajar.
Apakah mau berhenti, jawabannya ada dua, bahkan tiga, mungkin jawaban “ya” “tidak” , dan “ya dan belajar terus” itu semua jawaban butuh mental yang tinggi, dan tahap inilah yang sulit dilakukan.Kadang berpikir apakah mungkin bisa, melakukan apa yang belum begitu paham yang masih belajar, dan modal semakin tak menentu, belum punya sedikit modal yang free. Semua modal masih diputar untuk biaya hidup.
Sekali lagi “mental” jawaban yang tepat. Ekonomi yang sulit yang mengantarkan orang kadang ke hal-hal baru yang sebelumya mungkin tak begitu terpikirkan, tetapi itu semua butuh mental. Spekulasi saja belum menjamin bisa tumbuh mental yang baik, karena kadang spekulasi menjerumuskan kedalam kubangan yang penuh lumpur berduri.
Teman
adalah guru mental investasi yang baik, teman adalah informasi investasi yang
baik, teman juga kadang mencari untung atas kebodohan kita, itu semua karena
anda berpikir tidak berpola yang hanya memikirkan profit saja, tanpa adanya
motivasi menumbuhkan mental investasi. “Ya” Mental, mental dan mental modal
utama kita berinvestasi, “mulai dengan mental bukan dengan modal”, itu lebih
ideal. Modal mungkin ada dimana-mana, ada di tempat yang bisa dijangkau, ada di
teman setia yang mau meminjamkan, ada di bank-bank yang dengan tulus menyukai
nasabah yang hutang. Tetapi sekali lagi “mental” jarang kita jumpai, hanya ada
satu di pikiran pelaku investasi.
Sejenak
merenung, marilah kita menengok kebelakang, sebenarnya manusia itu punya mental
lebih. Ya mental lebih, betapa tidak kita tumbuh dengan mental dari “belajar
tengkurap sampai belajar berjalan” sudah menggunakan mental. Bayangkan saja
kalau tidak punya mental, mungkin kita tak bisa berjalan. Ya sekali lagi mental
sudah satu paket dengan kita. Bagaimana menumbuhkan mental tersebut adalah
tugas pikiran kita, bukan tugas siapa disamping kita, siapa teman kita, bahkan
siapa atasan kita.
Menumbuhkan
mental investasi, sebenarnya sama dengan
kita mau belajar berjalan dulu ketika bayi, ya ada jatuh, ada terpeleset,
bahkan ada terjatuh berkali-kali, tapi itu semua adalah hambatan yang positif
buat kita bisa berjalan sampai sekarang. Sama saja investasi juga jatuh bangun
yang akan terjadi kedepan, mental inilah yang akan membawa profit di masa
depan.
Kesimpulan
: “sedikit tapi pasti” Menumbuhkan
mental investasi adalah kuncinya diri sendiri dan teruslah berinvestasi dengan
segala kondisi medan, karena tumbuh adalah waktu yang terus-menerus untuk
mengenalkan masalah dan penyelesainya, dan akhirnya tumbuhlah “mental” yang baik, bijaksana dan profit.
Salam Sukses
Salam Sukses
Artikel terkait: Mau Bisnis Apa? Saatnya BebasBayar







